masukkan script iklan disini
KARAWANG |Matazahwa.com - Pengelolaan anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa dana yang dialokasikan setiap tahun melalui Program Dana Desa (DD) tidak digunakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Khususnya pada unit usaha peternakan ayam yang dijalankan oleh BUMDes setempat.
Dugaan penyalahgunaan dana ini muncul berdasarkan informasi dari seorang narasumber yang meminta agar identitasnya tetap dirahasiakan. Menurut narasumber tersebut, usaha peternakan ayam yang dikelola oleh BUMDes Desa Sindangsari tidak menunjukkan data hasil yang jelas, baik dari sisi perolehan keuntungan maupun perhitungan kerugian yang mungkin terjadi.
"Kita tahu bahwa BUMDes menjalankan usaha ternak ayam dengan modal dari Dana Desa, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan apakah usaha tersebut menghasilkan untung atau justru mengalami kerugian. Tapi jika memang terjadi kerugian, seharusnya informasi tersebut diumumkan secara terbuka kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan yang tidak perlu," ujar narasumber kepada media.
Menanggapi dugaan yang muncul tersebut, Carim, Ketua Bidang Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar NKRI Kecamatan Kutawaluya, desak pihak terkait untuk segera mengambil tindakan konkret dan tegas. Menurutnya, transparansi dalam pengelolaan dana publik merupakan kunci utama untuk mewujudkan pembangunan wilayah yang baik dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
"Kami tidak bisa tinggal diam dan berpangku tangan melihat dugaan seperti ini. Pihak terkait mulai dari pemerintah desa, dinas yang berwenang, hingga inspektorat daerah harus segera melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui kebenaran dari dugaan tersebut. Semua proses pengelolaan dana desa harus transparan agar pembangunan di wilayah kita bisa berjalan dengan baik dan merata," tegasnya, Rabu (1/3/2026).
Sampai saat ini, pihak pemerintah desa Sindangsari maupun pengelola BUMDes belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan yang muncul. ***
•Red

