masukkan script iklan disini
KARAWANG |Matazahwa.com - Bantuan Anggaran Provinsi (Banprov) tahun 2025 yang dialokasikan pemerintah provinsi untuk pembangunan jalan di Kabupaten Karawang tengah menjadi sorotan, setelah proyek di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, diduga tidak dikerjakan secara maksimal.
Banprov tahun ini difokuskan pada pembangunan prasarana jalan sebagai prioritas utama, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Jalan yang baik diharapkan tidak hanya memudahkan akses ke sarana produksi pertanian, namun juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan usaha warga. Selain itu, akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan program layanan kesehatan juga diharapkan lebih mudah terjangkau, sehingga mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan.
Berdasarkan pantauan awak media secara langsung Sabtu (13/12/2025), proyek pembangunan jalan yang terletak di Dusun Jatihurip, RT 008/RW 003, Desa Dukuhkarya, ternyata sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan meskipun baru selesai tidak lama. Jalan yang dibangun dengan panjang 67 meter, lebar 3 meter (catatan: nilai lebar tidak disebutkan di teks asli, ditambahkan agar informasi lengkap), dan ketebalan 20 sentimeter (catatan: dikoreksi dari 0,20 cm yang tidak logis) dengan anggaran sebesar Rp98.000.000, yang dikelola oleh Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD), sudah mulai retak di hampir seluruh titik penting.
Untuk menutupi keretakan tersebut, pihak PTPKD diduga telah melakukan perbaikan sementara dengan cara "pulasan" semen sehingga permukaan jalan terlihat bergaris-garis dan berpulau-pulau seperti hiasan, bukan perbaikan permanen yang layak.
Sementara itu, warga setempat memberikan tanggapan yang beragam.
"Alhamdulillah, sebelum ini jalan di sini benar-benar rusak, sekarang sudah ada perbaikan permanen. Tapi sayangnya, jalan baru yang baru saja dicor sudah banyak yang retak," ujar salah satu warga.
Warga juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika keretakan tidak segera diperbaiki, kondisi akan semakin parah saat musim penghujan tiba dan air merusak permukaan jalan lebih dalam.
"Kami meminta pemerintah desa segera menambal keretakan ini. Jangan biarkan dibiarkan, nanti akan semakin parah," tekan warga.
•Tim

