masukkan script iklan disini
KARAWANG –|Matazahwa.com-
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan inisiatif strategis pemerintah melalui Badan Gizi Nasional memiliki tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini bertujuan mengatasi stunting dan malnutrisi pada anak, ibu hamil, dan menyusui, sekaligus meningkatkan fokus belajar siswa, menggerakkan ekonomi lokal, serta mencetak generasi emas.
Secara rinci, program yang memiliki empat pilar utama yaitu peningkatan kesehatan dan gizi, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pembangunan generasi emas, seharusnya menjadi program yang terbuka dan transparan dalam pelaksanaannya.
Akan tetapi, kenyataan yang ditemui awak media ketika akan melakukan kunjungan ke salah satu dapur MBG di wilayah RT 012/004 Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, menunjukkan kondisi yang berbeda.
Sebelum melakukan kunjungan, awak media telah melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan Kepala Desa Kutakarya H. Hendri Damara dan telah mendapatkan persetujuan untuk mengunjungi lokasi dapur MBG yang berada di wilayah kepemimpinannya.
"Maaf kang saya sekarang sedang melayat di rumah warga yang meninggal dunia. Tapi saya sudah konfirmasi ke pihak MBG bahwa mau ada akang berkunjung, silahkan datang aja kang." Ucap Kades melalui telpon WhatsApp, Sabtu (28/2/2026).
Namun ironisnya, ketika tiba di lokasi, awak media mendapatkan perlakuan yang kurang kooperatif.
Alih-alih menerima dengan sikap baik, salah satu pekerja yang bertugas di lokasi MBG tersebut mengatakan bahwa ketua SPPG tidak ada diruangan. Dan sambil menutup pintu gerbang dapur MBG dia juga menyatakan bahwa ini tidak ada sangkutpautnya dengan Kepala Desa.
Lebih mirisnya lagi sikap pekerja tersebut dinilai enggan memberikan ruang kepada media dengan tanpa memberikan kesempatan untuk melakukan konfirmasi lebih lanjut atau mendapatkan informasi tambahan terkait pelaksanaan program di lokasi tersebut.
"Maaf pak, ketua SPPG nya tidak ada ditempat dan maaf ini tidak ada sangkutpautnya dengan pak Kades." Ketusnya sambil menutup pintu gerbang dapur MBG.
Perlakuan semacam ini menjadi pertanyaan besar terkait bagaimana transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program MBG di tingkat desa dapat terwujud, mengingat program ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sampai berita ini di tayangkan, ketua SPPG sebagai pengelola dapur MBG di Desa Kutakarya belum dapat memberikan klarifikasi terkait perlakuan dan sikap salah seorang pekerjanya.
•Red

