• Jelajahi

    Copyright © MATA ZAHWA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    RUNNING

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    Iklan

    Iklan Matched Content (post)

    Asep Agustian Apresiasi Capaian Pembangunan Di Karawang, Namun Soroti Keras 'Mangkrak' Proyek Sabuk Pantai

    MATA ZAHWA
    Selasa, 30 Desember 2025, Desember 30, 2025 WIB Last Updated 2025-12-30T11:47:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    KARAWANG |Matazahwa.com - Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH, menyampaikan apresiasi terhadap beberapa capaian program kerja pemerintahan Aep-Maslani menjelang akhir tahun 2025, terutama di bidang infrastruktur yang meliputi proyek-proyek monumental dan ikonik yang menjadi kebanggaan warga Karawang.
     
    Di antaranya adalah pembangunan Underpass Gorowong Warungbambu dan revitalisasi GOR Panatayudha yang telah resmi dibuka oleh Bupati Karawang.
     
    Namun demikian, Askun juga mengangkat kritikan terhadap beberapa proyek Dinas PUPR Karawang yang belum selesai hingga akhir tahun. Salah satunya adalah proyek Sabuk Pantai (Sea Wall) di Muara Pantai Pakisjaya, yang dikelola oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR.
     
    Diketahui, proyek dengan nilai Rp 900 juta yang dikerjakan oleh CV. Mazel Arnawama Indonesia mengalami keterlambatan selama 90 hari kalender, sehingga pengerjaannya dihentikan sementara di akhir tahun 2025. Sampai saat ini, progres pembangunan hanya mencapai 56 meter dari total target 80 meter.
     
    Terhadap kondisi ini, Askun meminta Bupati Aep untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bidang SDA Dinas PUPR yang gagal mencapai target.
     
    "Ya, evaluasi menyeluruh terhadap Kabid SDA PUPR harus dilakukan. Di satu sisi, kita sebagai masyarakat bangga dengan proyek-proyek monumental yang telah diresmikan Bupati. Namun di sisi lain, masih ada 'duri dalam sekam' terkait kinerja beberapa pejabat dinas yang lamban seperti keong," ungkap Asep pada Selasa (30/12/2025).
     
    Sebagai Ketua DPC PERADI Karawang, dia kembali menegaskan agar Bupati Jiep segera menindaklanjuti evaluasi terhadap pejabat yang tidak mampu "bekerja gaspol" mengikuti kebijakannya, termasuk Kabid SDA.
     
    "Pejabat yang tidak bisa mengikuti langkah Bupati Jiep sebaiknya mundur saja, jangan ngagokan. Lebih baik dimutasi ke kecamatan untuk mengevaluasi diri. Jangan sampai bupati-nya terus maju, tapi pejabatnya tergesa-gesa seperti keong," sindirnya dengan nada tajam.
     
    Sebagaimana dilansir dari Delik.co.id, Tim Audit Dinas PUPR Karawang telah memutuskan untuk menunda sementara pengerjaan proyek yang mengalami keterlambatan ini.
     
    Sampai saat ini, Adam yang mengaku sebagai Direktur CV. Mazel Arnawama Indonesia masih sulit dikonfirmasi wartawan terkait masalah keterlambatan. Begitu juga dengan Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Karawang, Aries Purwanto, yang juga belum dapat dihubungi.
     
    Padahal sebelumnya, Aries pernah menyampaikan keoptimisasianya bahwa proyek sabuk pantai akan diselesaikan tepat waktu. "Insya Allah, on progres dan bisa selesai sesuai waktu," ujarnya beberapa waktu lalu.
     
    Saat dikonfirmasi kembali, Asep yang akrab disapa Askun kembali menyindir bahwa Kabid SDA terlalu banyak "mimpi dan halu". Alih-alih selesai sebelum akhir tahun, proyek malah dihentikan sementara karena keterlambatan.
     
    "Pada akhirnya, di akhir tahun 2025, proyek sabuk pantai ini belum memberikan manfaat apapun bagi masyarakat. Padahal sejak awal saya sudah menyatakan bahwa proyek ini tidak akan selesai sampai akhir tahun, melihat progres pengerjaan di lapangan," katanya.
     
    "Saya nilai Kabid SDA Aries terlalu banyak mimpi dan halu. Dikatakan akademisi, tapi tidak mampu menghitung dan mengantisipasi tenggat waktu pengerjaan proyek secara ilmiah," tutup Askun.



    •Red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA ?&max-results=10'>+