• Jelajahi

    Copyright © MATA ZAHWA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    RUNNING

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    Iklan

    Iklan Matched Content (post)

    SPMB 2026 SMKN 1 Karawang: Status Diterima diduga Berubah Gagal, Pihak Sekolah Sebut Gangguan Sistem dan Ranking Sementara

    MATA ZAHWA
    Sabtu, 11 Juli 2026, Juli 11, 2026 WIB Last Updated 2026-07-11T03:27:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    KARAWANG | Matazahwa.com – Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Karawang kembali memunculkan keresahan. Salah satu wali siswa dilaporkan mengalami kebingungan mendalam setelah menemukan ketidaksesuaian informasi status penerimaan yang ditampilkan dalam sistem pendaftaran daring.
     
    Kasus ini dialami Burhan Kosasih, orang tua dari Khamelathul Ashiroh Rizqiah, lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Ikhlas Karawang. Saat mengakses laman pendaftaran pada tahap kedua, nama anaknya sempat tercantum sebagai peserta yang dinyatakan diterima di SMK Negeri 1 Karawang – sekolah pilihan utama sekaligus cita-cita sang anak.
     
    Namun kenyataan berubah drastis saat pengumuman hasil akhir resmi dibuka. Nama Khamelathul tidak ditemukan dalam daftar kelulusan, dan justru tercatat sebagai peserta yang tidak lolos seleksi.
     
    "Sebagai orang tua saya tidak paham alur teknis di balik layar. Tapi yang saya lihat sendiri, saat cek status di tengah proses tahap kedua, nama anak saya sudah tertulis diterima di SMKN 1 Karawang. Kami tentu senang, mengira keinginan anak sudah terwujud. Tapi saat hasil akhir diumumkan, malah sebaliknya tidak diterima. Kenapa hal ini bisa terjadi?" ungkap Burhan dengan nada heran bercampur kecewa.
     
    Keluarga hingga kini belum mendapatkan penjelasan resmi maupun pemberitahuan tertulis terkait perubahan status tersebut. Berbagai pertanyaan pun muncul: apakah ada revisi aturan yang tidak disosialisasikan? Apakah terjadi kesalahan input data? Atau sistem yang digunakan belum stabil dan akurat?
     
    Kekhawatiran juga muncul: berapa banyak peserta lain yang mungkin mengalami hal serupa namun belum menyadarinya?
     
    Klarifikasi Pihak Sekolah: Gangguan Sistem dan Status Sementara
     
    Merespons kasus ini, Pono Siswanto selaku Ketua PPID SMKN 1 Karawang memberikan penjelasan melalui pesan WhatsApp, Sabtu (10/7/2026). Ia menyatakan pada 6 Juli 2026, pihak sekolah masih melakukan verifikasi data, di mana sekitar 100–150 siswa belum terverifikasi hingga pukul 21.00 WIB.
     
    Menurutnya, data yang sudah diverifikasi pada masa itu berstatus PENDING dan tidak langsung masuk ke sistem karena layanan sedang tidak dapat diperbarui. Selama kurun waktu 5 hingga 8 Juli 2026, sistem baru kembali dapat diperbarui pada Rabu, 8 Juli 2026 sekitar pukul 18.05 WIB.
     
    Ia menggunakan analogi sederhana untuk menjelaskan status tersebut: "Pending itu seperti Bapak kirim pesan WhatsApp ke saya, tapi saya tidak punya kuota internet. Pesan hanya berwarna abu-abu, belum ceklis dua. Baru setelah saya nyalakan data, pesan masuk. Begitu pula data kami, baru masuk ke sistem saat layanan bisa diakses kembali."
     
    Pono juga menegaskan tampilan yang dilihat orang tua pada tahap proses bukanlah hasil final. "Tolong jangan sebut 'titik akhir', karena itu klasemen sementara. Pengumuman resmi baru kemarin siang yang menjadi hasil akhir. Di laman pun sudah tertulis jelas 'Ranking Sementara'," tegasnya.
     
    Penjelasan Terkesan Menyudutkan?
     
    Pernyataan pihak sekolah dinilai terkesan menyudutkan orang tua yang awam terhadap alur teknis sistem. Pihak sekolah meminta bukti tangkapan layar yang dipegang keluarga untuk memastikan waktu pengambilan data, serta mengarahkan Burhan datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
     
    "Mohon dilampirkan tangkapan layar keduanya untuk melihat tanggalnya. Jika orang tua ingin penjelasan konkret, silakan datang ke sekolah. Kami memiliki bagian informasi. Apakah orang tua sudah datang atau menghubungi kami sebelumnya?" pungkas Pono.
     
    Hingga berita ini ditayangkan, upaya mediasi dan konfirmasi lebih lanjut terkait hak peserta didik serta transparansi informasi masih terus dilakukan.
     
     
    .Red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA ?&max-results=10'>+