masukkan script iklan disini
KARAWANG |Matazahwa.com – Anggaran sebesar Rp 189.158.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang Tahun 2026 digelontorkan pemerintah untuk pembangunan saluran drainase guna menunjang kenyamanan dan keamanan warga di Dusun Sentul I dan Dusun Sentul II, tepatnya dilingkungan RT 01 Desa Pulojaya, Kecamatan Lemahabang. Pekerjaan yang dipercayakan kepada pelaksana CV. Cipta Alam Padjajaran ini sejatinya diharapkan menghasilkan bangunan yang kokoh, awet, dan berfungsi maksimal sesuai perencanaan yang telah disusun. Namun harapan seolah berbanding dengan kenyataan yang terlihat di lokasi pekerjaan.
Hasil pantauan media di lokasi serta bukti visual yang terekam kamera pada Jum'at (29/5/2026) menemukan dugaan yang memicu pertanyaan besar. Pasalnya terlihat jelas, pada susunan batu pasangan terasa asal disusun dengan tanpa diberi adukan pasir, tidak rapat, celah antar batu sangat terlihat yang dinilai tidak sesuai dengan kaidah teknik sipil. Kondisi ini menjadi bukti nyata adanya sejumlah kejanggalan mendasar yang ditemukan.
Tidak hanya itu dugaan lain pun muncul yakni pada urugan pasir pada landasan awal diduga tidak dilaksanakan sesuai ketentuan, bahkan seolah dihilangkan begitu saja sehingga hal ini dinilai minim dan jauh dari standar yang dipersyaratkan.
Seorang pekerja saat di minta keterangan terkait siapa pelaksana pekerjaan tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui persis siapa pelaksananya.
Ia juga juga menyebut bahwa dirinya hanya bekerja sesuai arahan dan perintah yang diberikan.
"Saya mah cuma bekerja pak, saya gak tau jelas siapa bos nya mah. Ya saya mah pokonya kerja aja, apa yang di perintahkan ya saya kerjakan, gitu aja pak." jawabnya singkat.
Menangapi hal itu awak media coba mengkonfirmasi M selaku pihak konsultan yang diduga sebagai pelaksana proyek pembangunan drainase tersebut melalui sambungan seluler.
Berdasarkan keterangan M setelah diminta keterangan, ironisnya M malah mengarahkan ke pihak lain.
"Waallaikumsallam, hubungi pak MY." jawabnya singkat.
Namun, ketika ditanya lebih jauh terkait pekerjaan perihal Urugan Pasir pada landasan dasar pekerjaan, M selaku pelaksana lebih memilih diam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi maupun klarifikasi yang disampaikan baik dari pihak yang lebih berwenang. Masyarakat menunggu tindakan nyata, peninjauan ulang secara menyeluruh, dan jawaban tegas, apakah pengawasan benar-benar berjalan atau hanya sekadar seremonial belaka.
•Red

