• Jelajahi

    Copyright © MATA ZAHWA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    RUNNING

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    Iklan

    Iklan Matched Content (post)

    Jabis Karawang Siap Bela KDM Pasca Laporan KAMI Ke KPK, Begini Kata Ketua PERADI

    MATA ZAHWA
    Kamis, 04 Desember 2025, Desember 04, 2025 WIB Last Updated 2025-12-04T03:56:15Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KARAWANG |Matazahwa.com – Koordinator Tim Hukum Jabar Istimewa (Jabis) Kabupaten Karawang, Asep Agustian SH. MH alias Askun, menegaskan akan membela Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) secara penuh setelah KDM dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
     
    Sebelumnya, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Karawang yang dipimpin H. Elyasa Budianto SH. MH telah melaporkan KDM ke KPK. Tuduhan yang diajukan antara lain dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek normalisasi dan dugaan penyalahgunaan wewenang (abuse of power) dalam pembongkaran bangunan liar di Karawang Barat.
     
    Meskipun mengakui Elyasa sebagai advokat senior yang ia hormati, Askun menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhi sikap Jabis Karawang. "Pak Elyasa bebas melaporkan, itu haknya. Tapi Jabis Karawang tidak akan diam – kami akan dampingi KDM sampai titik darah penghabisan," ungkap Askun saat ditemui di kantornya pada Rabu (3/12/2025) siang. Ia menambahkan, perangkat Jabis akan bekerja tanpa lelah, seolah mengikuti jejak KDM yang selalu keliling masyarakat siang malam.
     
    Menurut Surat Keputusan Tim Hukum Jabar Istimewa Nomor 012/YTHJI/KPTS/V/2025 yang diungkapkannya, Jabis Karawang terdiri dari 12 advokat yang dibagi menjadi empat tim, semuanya anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Karawang yang dipimpin Askun sendiri. Advokat yang sering muncul di publik mendampingi KDM adalah Syarifudin SH. MH sebagai Koordinator Lapangan, beserta Ujang Suhana SH, Pontas Hutahaen SH, dan Iwan Kurniawan SH. MH. "Pembagian tim dibuat agar lebih fokus, karena perkara yang ditangani tidak hanya satu-dua," jelasnya.
     
    Askun juga menjelaskan alasan dirinya jarang tampil di depan publik: ia ingin memberikan kesempatan kepada rekan-rekan advokat yang dipercayainya untuk berkontribusi. "Saya bahkan belum pernah bertemu atau dekat dengan KDM. Biarkan temen-temen lain yang tampil membela perkara masyarakat kecil dan mendukung program KDM, sedangkan saya cukup back up dari belakang dan mengkoordinasikan dengan Ketua Tim Jabis Jawa Barat," katanya.
     
    Mengenai laporan KAMI ke KPK, Askun meyakini lembaga antikorupsi itu akan bekerja objektif. "Laporan pasti diterima, tapi nanti KPK akan mengkaji dulu – apakah tanah yang diperdebatkan milik swasta atau negara, dan apakah KDM benar-benar 'one man show' dalam pembongkaran bangli," ujarnya. Menurutnya, langkah KDM di Karawang Barat sudah memiliki MoU dengan PJT II, Jasa Marga, dan BBWS, sehingga patut didukung dan diberi ucapan terima kasih.
     
    Selain itu, Jabis Karawang juga menyiapkan 20 pengacara untuk menangani laporan Elyasa ke Polres Karawang terhadap Kades Wadas H. Junaedi, yang dituduh penyerobotan lahan warga dalam proyek normalisasi. Askun bahkan memastikan akan melakukan laporan balik terhadap Elyasa. "Akhirnya saling melaporkan. Nantinya Aparat Penegak Hukum akan menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah," pungkasnya.
     
     
     
     •Red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA ?&max-results=10'>+