BEKASI | Matazahwa.com— Kondisi bangunan SDN 02 Labansari di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, yang mengalami kerusakan cukup parah kini mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi. Sejumlah anggota dewan turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi bangunan sekaligus mendengarkan aspirasi pihak sekolah terkait pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
 
Rombongan Anggota DPRD Komisi IV yang hadir terdiri dari Heriyanto (Fraksi Demokrat), H. Boby Agus Ramdan (Fraksi PKB), serta Budi Yanto, S.E. (Fraksi NasDem).
 
Tujuan kunjungan ini adalah memeriksa secara langsung kondisi ruang kelas yang rusak dan tidak lagi dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Hasil pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan, sehingga pihak sekolah terpaksa menutup ruang-ruang yang dinilai tidak layak demi menjaga keselamatan siswa dan guru.
 
Saat dikonfirmasi, Pelaksana Tugas Kepala SDN 02 Labansari, Toni, menyebutkan bahwa salah satu ruang kelas sudah tidak digunakan sejak kurang lebih satu tahun terakhir karena kerusakan atap yang cukup parah.
 
“Sudah sekitar satu tahun ruangan kelas yang rusak ini tidak kami pakai. Kondisi atapnya sudah memprihatinkan dan kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi jika menimpa anak-anak saat sedang belajar,” ujar Toni.
 
Keterbatasan ruang kelas yang layak membuat pihak sekolah terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara bergantian. Ruang yang masih aman dimanfaatkan seefisien mungkin agar proses pendidikan tetap berjalan.
 
“Untuk sementara kami gunakan ruangan yang masih layak, dengan jadwal belajar bergantian. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah,” lanjutnya.
 
Pihak sekolah menaruh harapan agar kunjungan Komisi IV DPRD ini menjadi perhatian serius dan segera ditindaklanjuti melalui program perbaikan atau pembangunan ulang ruang kelas yang rusak.
 
“Kami berharap kondisi sekolah ini mendapat perhatian nyata, semoga bisa direalisasikan pada tahun mendatang,” harap Toni.
 
Kondisi Sekolah Harus Menjadi Prioritas
 
Sementara itu, Heriyanto selaku Anggota Komisi IV DPRD dari Fraksi Demokrat menyatakan kunjungan ini merupakan upaya memastikan kondisi riil fasilitas pendidikan di wilayah Kabupaten Bekasi.
 
Menurutnya, kerusakan bangunan sekolah bukan sekadar masalah fisik, melainkan menyangkut keselamatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah.
 
“Kami datang melihat langsung apa yang terjadi. Jika ada ruang kelas sudah rusak dan tak layak pakai, ini harus menjadi perhatian semua pihak. Jangan sampai bangunan yang rusak justru membahayakan siswa maupun tenaga pendidik,” tegas Heriyanto.
 
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan pihak sekolah akan dibahas dan dikawal sesuai mekanisme yang berlaku.
 
“Kami akan mengawal kebutuhan ini agar menjadi prioritas, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan aman, nyaman, dan lebih baik,” tambahnya.
 
Diharapkan kunjungan ini tidak berhenti sekadar peninjauan, melainkan diikuti langkah konkret pencarian solusi. Perhatian dari DPRD dan Pemerintah Daerah diharapkan segera mewujudkan perbaikan, agar para siswa SDN 02 Labansari tak lagi harus belajar secara bergantian akibat keterbatasan ruang kelas.
 
Lingkungan pendidikan yang aman dan layak merupakan bagian penting untuk menjamin kualitas pembelajaran serta kenyamanan seluruh warga sekolah.
 
 
 
.Wan