masukkan script iklan disini
BEKASI | Matazahwa.com — Tim COD LSM Sniper Indonesia melayangkan kritik keras terhadap Kepala Desa Bojongsari Mulyana Saeful beserta UPTD Kebersihan Kedungwaringin terkait pembiaran penumpukan sampah yang kian memprihatinkan di pinggir jalan raya Bojongsari.
Pemerintah Desa dinilai lebih memprioritaskan agenda penggalangan massa kampanye menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) ketimbang menyelesaikan persoalan kebersihan lingkungan yang dikeluhkan warga.
Penumpukan sampah yang telah berlangsung lama itu kini menimbulkan bau tak sedap dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat sekitar. Meski LSM Sniper Indonesia telah menyampaikan laporan resmi dan mengingatkan Kepala Desa melalui pesan WhatsApp, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak Pemerintah Desa.
“Sangat disayangkan, respons Pemdes Bojongsari seolah tidak peduli pada kebersihan lingkungan. Padahal, momentum menjelang Pilkades ini seharusnya dimanfaatkan untuk membuktikan kepedulian nyata kepada masyarakat, bukan hanya sekadar fokus mencari massa kampanye,” tegas Cangak, Tim COD LSM Sniper Indonesia.
LSM Sniper Indonesia juga menyoroti lemahnya sinergi antara Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bojongsari dan UPTD Kebersihan Kedungwaringin. BPD dinilai pasif dan tidak menjalankan fungsinya sebagai pengawas serta pelayan masyarakat untuk mendorong penanganan cepat atas laporan warga.
UPTD Kebersihan Kedungwaringin pun dinilai sulit diakses, sehingga sampah terus berserakan di berbagai titik pinggir jalan raya wilayah Kedungwaringin tanpa penanganan yang jelas. LSM Sniper Indonesia mendesak BPD dan UPTD Kebersihan untuk segera berbenah dan bersinergi secara nyata.
.Wan

