masukkan script iklan disini
BEKASI |Matazahwa.com – Warga Kampung Babakan dan Kampung Jatijaya, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mengajukan harapan akan perhatian serius dari pemerintah daerah pasca mengalami musibah banjir hingga tiga kali.
Sebagian besar warga kedua kampung tersebut berprofesi sebagai petani padi, komoditas yang menjadi sumber makanan pokok utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia dan lebih dari setengah populasi dunia, khususnya kawasan Asia. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada padi menjadi sumber energi penting, sementara bijinya yang digiling menjadi beras menjadi konsumsi sehari-hari. Tanaman ini memiliki peran krusial bagi ketahanan pangan dan perekonomian negara.
“Sawah kami sudah tiga kali terendam banjir. Padahal padi sudah mulai menguning dan tinggal seminggu lagi akan dipanen. Akibat banjir, pohon padi roboh dan mengalami kerusakan parah hingga gagal panen. Kami berharap pemerintah kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Pertanian, dapat segera melakukan tinjauan ke lokasi,” ujar Minta salah seorang petani sawah, pada Selasa (03/02/2026).
Para petani mengaku sangat terbebani dengan kondisi ini, mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menanam hingga memanen cukup besar.
“Untuk satu hektar lahan, biaya yang dikeluarkan hampir mencapai 20 juta rupiah,” tambah salah satu petani lain
Apalagi bagi petani yang menyewa lahan, kondisi ini membuat mereka merasa kecewa. Pasalnya, hasil panen yang seharusnya digunakan untuk membayar sewa lahan kini tidak dapat diperoleh akibat gagal panen.
Selain harapan pada pemerintah kabupaten, para petani juga berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan kepada mereka yang terkena musibah banjir di Desa Labansari.
•Red

