• Jelajahi

    Copyright © MATA ZAHWA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    RUNNING

    TERIMAKASIH TELAH BERKUNJUNG MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    Iklan

    Iklan Matched Content (post)

    Rumah Rapuh Milik Warga Karawang Barat Terhimpit Antara Dua Bangunan, Rapuh Dan Tak Layak

    MATA ZAHWA
    Sabtu, 03 Januari 2026, Januari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-01-03T12:49:57Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    KARAWANG |Matazahwa.com – Ditengah kemajuan pembangunan dan penataan kota Kabupaten Karawang, ternyata masih menyisakan kondisi hunian warga yang jauh dari layak. Hal ini terlihat pada rumah milik Umar seorang warga Jatimulya 1 RT 003/001 Kelurahan Mekarjati Kecamatan Karawang Barat Kabupaten Karawang, yang selama bertahun-tahun menempati rumah berstatus rapuh bahkan sebagian penyangga kayu pembangunannya sudah mengalami kerusakan hingga patah.
     
    Rumah berwarna hijau muda tersebut terhimpit oleh dua bangunan rumah di sisi kiri dan kanan. Kondisi tersebut justru menjadi faktor yang membuat rumahnya masih bisa berdiri dan tidak roboh total, meskipun secara keseluruhan bangunan sudah menunjukkan tanda-tanda miring dan tidak stabil.
     
    Ditemui awak media pada Kamis (01/01/2026), Umar mengungkapkan kondisi rumah yang ditempati bersama istri dan anaknya amat sangat tidak layak untuk dihuni. Selain penyangga yang rapuh dan patah, genting atap juga banyak mengalami retakan yang mengakibatkan kebocoran setiap kali hujan turun.
     
    "Maaf pak, bukan kami tidak ingin memperbaiki rumah sendiri, tapi jaman sekarang bagi kami ingin membuat rumah itu amat sulit, maklumlah pak kami hanya pekerja serabutan yang tak tentu penghasilannya," ujar Umar dengan mata berkaca-kaca saat mengeluhkan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan dirinya untuk melakukan perbaikan atau membangun rumah baru.
     
    Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terjadi ketika cuaca ekstrem melanda, seperti angin kencang disertai hujan deras di malam hari. Menurut Umar, ia seringkali harus menyuruh istri dan anaknya untuk keluar dan mencari perlindungan sementara di rumah tetangga atau saudara dekat.
     
    "Mau bagaimana lagi pak, karena belum ada tempat yang enak meskipun kalau hujan pada bocor kami tetap bertahan. Tapi kalau ada hujan dan angin malam hari mah istri sering saya suruh keluar dan numpang dulu di rumah tetangga atau saudara yang dekat, karena khawatir rumah ambruk pak," jelasnya sambil menunjukkan bagian-bagian rumah yang sudah mengalami kerusakan parah.
     
    Umar juga menambahkan bahwa struktur bangunan rumahnya sudah mulai miring dan sebagian material kayu pembangunannya telah mengalami kerusakan berat akibat usia yang cukup lama dan tidak pernah dilakukan perbaikan menyeluruh. 

    "Ya sebenarnya kalau ga ada rumah di samping kiri dan kanan mah rumah saya ini sudah roboh pak, karena ada rumah ini jadi rumah saya tertahan, sebenarnya bangunan rumah saya sudah miring dan sebagian kayu kayunya juga sudah ada yang patah juga pak," ucapnya.
     
    Dengan penuh harapan, Umar mengutarakan keinginannya untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga tercinta. 

    "Ya mau gimana lagi pak, belum punya uang mau diperbaiki juga. Semoga harapan saya punya rumah yang lebih layak untuk anak dan istri saya dapat segera terwujud," pungkasnya dengan nada penuh harap.
     
    Kondisi hunian warga seperti yang dialami Umar menjadi sorotan penting terkait kebutuhan akan penyediaan tempat tinggal layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Karawang, mengingat pembangunan kota yang terus berkembang diharapkan juga dapat memberikan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.


    •Red
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA

    MEDIA ONLINE MATAZAHWA ?&max-results=10'>+