masukkan script iklan disini
KARAWANG |Matazahwa.com -
Program Beasiswa Karawang Cerdas (Kacer), yang resmi dibuka Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan generasi muda, memberikan kesempatan bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/sederajat hingga Perguruan Tinggi untuk meraih bantuan sesuai jalur prestasi maupun kondisi ekonomi.
Beberapa waktu lalu, SMK PGRI 3 Rengasdengklok Karawang telah merealisasikan bantuan dari program ini kepada sejumlah peserta didik yang berhak menerimanya. Namun, muncul informasi bahwa sebagian dana beasiswa tersebut diduga belum sepenuhnya sampai ke tangan para siswa.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu orang tua siswa penerima bantuan yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurutnya, anaknya hanya menerima sebagian dana beasiswa.
"Iya pak dapat, tapi kalau ga salah waktu itu anak saya hanya bawa uang sebesar 50 ribu, tapi katanya sisanya nanti mau di kasihkan lagi kalau masuk sekolah, dan kalau ga salah itu nanti di hitung dulu buat iuran iuran yang belum lunas, nanti sisanya baru di kasihkan, kalau ga salah begitu pak," ujar orang tua tersebut.
"Ya ini uang yang 50 ribu itu diberikan sebelum libur sekolah, habis ulangan pak. Iya sisanya kalau udah pada masuk sekolah lagi katanya, tapi sampai saat ini juga belum tuh pak, padahal kan sekolah udah pada masuk lagi, ga tau saya juga kenapa." tambahnya.
Untuk mendapatkan informasi yang objektif dan seimbang, awak media melakukan upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Rengasdengklok, H. Dedi Supriadi.
Namun sayang, berharap upaya konfirmasi mendapatkan penjelasan terkait bagaimana realisasi dana bantuan Beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) tersebut tak membuahkan hasil.
"Teu ka sakola om baranjir. Kin senin weh om hampura da kondisi acan memungkinkan. Abdi seer keluar mengkondisikan swasta anu kirang sehat dengan kebijakan pemerintah ayena." (Jawabnya menggunakan bahasa sunda saat dihubungi awak media), Jum'at (23/01/2026).
"Tidak ke sekolah om banjir. Nanti hari Senin saja, mohon maaf om kondisi belim memungkinkan. Saya banyak mengkondisikan swasta yang kurang sehat dengan kebijakan pemerintah sekarang." Jelasnya.
Penjelasan dari pihak sekolah dinilai tak seirama, pasalnya antara pertanyaan dan jawaban tak sesuai dan diduga ada hal yang disembunyikan.
•Red

